Senin, 11 Juni 2012

AWAS BAHAYA TV BAGI ANAK


Seperti yang sering terjadi dilingkungan kita, tak bisa dipungkiri bahwa anak-anak lebih senang menonton televisi daripada bermain diluar. Orang tuapun tak jarang yang membatasi anak beraktivitas diluar dengan alasan keamanan atau kesehatan. Maka, hampir sebagian besar anak menghabiskan waktunya dirumah untuk menonton televisi atau bermain video game. Nah sebenarnya berapa lama sih anak boleh menonton televisi?
Seorang psikolog menuturkan bahwa menonton televisi,bermain video game, baik dilaptop maupun pada smartphone itu sama bahayanya dengan anak-anak mengkonsumsi junk food {makanan siap saji}. Untuk  itu anak harus diberikan batasan yang jelas.
Dr Aric Sigmanun dalam acara konferensi tahunan Royal College of Paediatrics menuturkan “orang tua harus membatasi anak-anaknya menghabiskan waktu didepan layar kaca. Jika tidak, maka anak-anak ini akan memiliki resiko gaya hidup tidak sehat yang terkait dengan diabetes dan penyakit jantung.
Sebuah laporan dari parlemen Eropa menemukan bahwa video game bisa merangsang belajar anak dan meningkatkan keterampilan seperti pemikiran strategis, kerja sama dan kreatifitas. Namun kunci utamanya adalah memastikan waktu bermainnya dikelola dengan baik. Dr Sigman mengungkapkan anak-anak yang berusia dibawah 3tahun sebaiknya hanya sedikit atau tidak  ada waktu untuk menonton televisi setap hari, anak berusia 3-7 tahun seharusnya boleh menonton televisi tidak lebih dari 90 menit sedangkan untuk remaja hingga usia 18 tahun sebaiknya hanya boleh menonton televisi maksimal 2 jam setiap hari. “Anak-anak yang dibiasakan memiliki televisi dikamar tidur cenderung tidak atau belum bisa membaca pada usia 6 tahun,” tambahnya.
Dr Sigman menjelaskan lagi kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan meningkatnya angka kemiskinan melek huruf diInggris. Hal ini akan memiliki efek yang cukup berarti dalam hal perhatian anak.
Sementara itu Sue Palmer,seorang ahli perkembangan anak mengatakan, anak-anak sebaiknya diperkenalkan secara bertahap agar nantinya tidak menjadi kecanduan.
Kesibukan orang tua jangan menjadi alasan untuk tidak berinteraksi secara langsung dengan anak dan membiarkan mereka melihat televisi secara berlebihan.
Orang tua harus mendampingi anak-anaknya disaat menonton televisi,menonton video atau mungkin disaat berselancar diinternet. Pengawasan sangat penting untuk menyaring informasi yang didapat oleh si anak. Baik ditelevisi maupun didunia maya.
Berikut sejumlah pengaruh terlalu sering menonton televisi bagi anak-anak, diantaranya adalah mempengaruhi perkembangan otak. Bagi balita dibawah tiga tahun, terlalu sering melihat televisi akan mengalami gangguan bicara, menghambat kemampuan membaca secara verbal maupun pemahaman serta menghambat kemampuan berekspresi melalui tulisan. Pada usia 5-10 tahun,terlalu sering menonton televisi akan berefek pada peningkatan agresivitas serta kekerasan dan tidak mampu membedakan antara realita/kenyataan dengan imajinasi/khayalan.
Comments
0 Comments