Selasa, 07 Agustus 2012

TIPS AMAN DARI KEJAHATAN ALA HIPNOTIS


Memanaatkan waktu luang disela-sela kesibukan itu memang bukanlah hal yang mudah. Tapi mengefektifkan waktu yang luang untuk berbuat sesuatu itu butuh kedisiplinan tinggi. Menyinggung soal kedisiplinan, sebenarnya setiap orang bisa melakukannya asalkan mau belajar secara rutin. Kenapa mesti rutin?
Sebab, sesuatu yang kita kakukan secara berulang-ulang dengan emosi dan intensitas yang tinggi, mak sesuatu tersebut akan menjadi bagian dari diri kita. Percaya tidak?
Sebagai contoh yang sederhana adalah begini, “setiap malam sebelum tidur dan sehabis sarapan pagi kita sudah terbiasa menggosok gigi, maka apabila sekali waktu kita lupa/sengaja tidak menggosok gigi pasti kita akan merasakan ada hal yang anek dari diri kita.”
Baiklah, itu tadi hanya sekedar mukodimah dari saya sebelum masuk ke bab apa yang akan saya tulis buat temen-temen semua. Kali ini saya akan menulis sebuah tips sederhana mengenai kejahatan ala hipnotis. Yaps, sebagai seorang praktisi dan sekaligus pengamat fenomena hipnotis,  Kali ini saya akan menulis sebuah tips agar aman & terhindar dari kejahatan hipnotis.
Kalo dalam artikel saya yang sebelumnya telah saya sampaikan tentang kejahatan ala hipnotis, kali ini saya ingin berbagi ilmu sebagai tips yang bisa temen-temen lakukan agar aman/terhindar dari  kejahatan ala hipnotis.
Hipnotis itu terjadi bukan begitu saja, biasanya calon korban telah diseleksi terlebih dahulu. Apakah mereka itu memenuhi kriteria yang dibutuhkan atau tidak. Bila telah didsapatkan seorang calon yanfg memenyhi kriteria pertama maka yang kedua adalah apakah ia bersedia untuk dihipnotis apa tidak, bila ia tidak bersedia maka proses hipnotispun akan sulit dijalankan. Ini hampir mirip hipnotis ala uya kuya yang secara terus terang bertanya kepada calon orang yang akan dihipnotis. Berikutnya syarat yang terakhir adalah sugesty atau saran yang akan diberikan nanti sesuai dengan kesepakatan diawal apa tidak. Biasanya kalo sugesty yang diberikan itu bertentangan secara otomatis benteng pengamanan yang ada dalam alam bawah sadar kita akan bereaksi untuk menolak dan segera mengambil tindakan sebagai pengamanan diri.
Jadi sebenarnya proses hipnotis itu terjadi tidak semudah yang kita bayangkan, begitu orang ditepuk langsung tidak sadar atau apa yang diminta dengan begitu saja langsung diberikan. Kecuali apabila orang yang meminta itu menodong kita dengan benda atau senjata tajam yang bisa mambahayakan keselamatan jiwa kita pasti bila kita adalaha orang yang memiliki type mental lemah akan segera memberikan setiap hal yang dimintanya. Ini sangat berbeda dengan realita tentang hipnotis. Namun, pada kenyataan yang terjadi dalam masyarakat kita, mereka menganggap setiap kejahatan yang membuat korbannya itu tidak sadarkan diri itu adalah akibat dari hipnotis.
·         Bila bepergian usahakan mengajak teman, sehingga bila kita terlena paling tidak masih ada temen kita yang bisa mengingatkan.
·         Waspadalah terhadap orang-orang disekitar kita yang mencurigakan.
·         Hindari sok akrab/terlalu akrab dengan orang yang baru dikenal.
·         Hindari menerima tawaran makanan/minuman/jasa gratis dari orang yang baru dikenal. Siapa tau ada udang dibalik peyek......( maksudnya ada udang dibalik batu ) gitu.
·         Hindari percakapan/kontak mata dengan orang yang baru kita kenal. Sebab mata bisa mempengaruhi seseorang untuk memerintah/mengancam tanpa ucapan.
·         Hindari/buang jauh-jauh rasa sungkan untuk menolak sesuatu yang ditawarkan oleh seseorang yang baru dikenal. Bila kita berasa ada yang tidak nyaman segeralah menghindar , dari pada kita menjadi korban  penipuan yang pada ujungnya akan merugikan diri sendiri.
·         Banyak-banyaklah berdoa dan selalu ingat dapa sang pencipta, agar senatiasa kita dalam lindungan-Nya.
Nah, kiranya beberapa poin tersebut bisa kita lakukan untuk meminimalis terjadinya kasus kejahatan yang terjadi dalam kondisi-kondisi tertentu dengan berbagai macam modus yang ada. Karena pada dasarnya seorang pelaku kejahatan pun akan terus belajar untuk menungkatkan kemampuannya dalam beraksi sehingga mereka mendapatkan gelar spesialis dibidangnya.
Semoga ini bisa memberikan manfaat yang positif buat banyak orang. Terimakasih atas kesediaan temen-temen untuk mampir, dan menyempatkan diri membaca artikel ini. Bila temen-temen merasa artikel ini bermanfaat silahkan dishare ke temen lainnya melalui jejaring yang ada dibawah ini.
By:SARAN & INFORMASI
Comments
0 Comments